Touring dengan Motor Matik? Perhatikan Piranti Berikut!

Touring dengan Motor Matik

Touring dengan Motor Matik – Berkendara dengan sepedah motor untuk rute perjalanan yang cukup jauh memang bukan hal tabu di Indonesia. Saat ini, sepedah motor diibaratkan sebagai kendaraan primadona masyarakat, khususnya warga Jakarta.

Mulai dari mudik ke kampung halaman, hingga touring motor antar kota sudah menjadi hal biasa dilakukan para bikers Jakarta. Bahkan, hal ini juga dilakukan oleh bikers wanita. Tidak mau ketinggalan, para bikers wanita ini tergolong handal ketika berhadapan dengan rute-rute tersebut.

Untuk para bikers wanita yang akan menghadapi touring dengan motor matik, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, khususnya piranti-piranti berikut.

1. Cek V-Belt

Piranti ini berfungsi menjadi penghubung antara tenaga putar yang dihasilkan crankshaft atau mesin menuju ke poros As roda belakang. Piranti ini termasuk kedalam piranti penting. Untuk itu, lakukan pemeriksaan pada V-belt, lihat apakah masih bagus atau malah sudah mengalami keretakan.

V-belt umumnya mengalami kerusakan seperti retak-retak apabila sering menempuh perjalanan jarak jauh. Dengan total perjalanan antara 15.000 hingga 20.000 km.

Jika Anda akan melakukan perjalanan jauh, seperti touring, ada baiknya V-Belt diganti terlebih dahulu. Untuk harganya cukup bervariatif, sekitar 135 ribu hingga Rp 300 ribu. Contoh pada Honda Vario 125 CBS, harga V-belt diperkirakan sekitar Rp 139.000.

2. Perhatikan Kondisi Roller

Roller berfungsi untuk memberikan tekanan pada variator yang memungkinkan variator mampu  memberikan perubahan lingkar diameter menjadi lebih besar kepada belt drive, sehingga motor dapat bergerak. Apabila roller tidak lagi memiliki permukaan bulat mulus, sebaiknya lakukan pergantian.

Hal ini juga berlaku apabila roll sudah memiliki benjol atau lekukan. Jika dibiarkan, dikuatirkan bisa merusak kinerja CVT. Harga roller weight untuk satu set-nya sekitar 50 ribu sampai 70 ribu.

3. Cek Kondisi Busi

Keadaan busi juga harus Anda perhatikan, busi berfungsi sebagai sumber pengapian. Jangan sampai Anda lupa menggantinya, karena hal ini bisa membuat motor matik Anda mogok saat di perjalanan.

Apabila kondisinya masih terhitung baik, Anda cukup bersihkan busi dan lakukan penyettingan ulang kerenggangannya. Apabila Anda sudah menempuh jarak 6000 sampai 7000km, sebaiknya lakukan pergantian dengan yang baru. Piranti ini cukup terjangkau, harganya sekitar Rp 25.000/item.

4. Periksa Kondisi Ban

Piranti ini terhitung sangat penting. Kestabilan sepedah motor juga dipengaruhi oleh keadaan ban dan tekanan angin dari motor. Lakukan juga pemeriksaan keausan ban dan permukaannya. Cek kembali apakah ban memiliki keretakan dan bagian yang rusak. Ban yang permukaannya sudah botak atau licin, berisiko mengalami ledakan saat digunakan. Gantilah ban jika memang sudah melewati batas penggunaan normal.

Lakukan pergantian jika Anda melihat beberapa tanda-tanda kerusakan seperti yang telah kita bahas sebelumnya. Pastikan juga tekanan angin di angka 32-34 psi. Untuk amannya, lakukan cek rutin tekanan angin setidaknya seminggu sekali agar kondisi ban tetap baik.

5. Periksa Rem Bagian Depan dan Belakang

Lakukan pemeriksaan rem bagian depan dan belakang motor. Lihat apakah ketebalannya masih dalam kategori cukup atau sudah harus diganti. Apabila kampas rem sudah terlihat menipis, lakukan pergantiandengan kampas rem yang baru. Apalagi, jika Anda hendak melakukan perjalanan dengan rute cukup jauh.

6. Lakukan Pergantian Oli

Oli sebaiknya dilakukan pergantian sebelum menempuh keberangkatan jarak jauh. Disarankan juga untuk menggunakan oli yang sesuai dengan kebutuhan karakter mesin motor.

Selain itu, lakukan juga pengecekan piranti umum lainnya sperti, listrikan, lampu depan, belakang, lampu berbelok dan lampu untuk rem. Itulah beberapa piranti yang harus diperhatikan saat touring dengan motor matik. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply