Diagnosa dan Pencegahaan Demam Berdarah

Diagnosa dan Pencegahaan Demam Berdarah

Diagnosa dan Pencegahan Demam Berdarah – Jika saat ini Anda mengalami gejala flu, sebaiknya Anda mendiagnosa sedini mungkin. Jika pada umumnya flu mengakibatkan sakit kepala dan demam yang tinggi, maka demam berdarah hampir memiliki gejala yang sama.

Hanya saja, kondisi ini dialami lebih dari satu minggu. Apabila Anda mengalama kondisi tersebut, sebaiknya Anda mulai memeriksakan diri ke dokter. Terlebih jika saat ini di lingkungan Anda telah ditemui korban yang menderita karena virus ini.

Kebanyakan dokter sudah dapat mengenali dan menangani kondisi-kondisi korban yang mengalami demam berdarah. Apabila dokter merasa belum yakin akan kemungkinan terserangnya Anda dari penyakit ini, maka biasanya akan dilakukan cek darah.

Cek ini dilakukan untuk melihat ada atau tidaknya virus di dalam aliran darah. Selain untuk mendiagnosia lebih lanjut, cek darah juga dilakukan untuk mengetahui dampak infeksi darah Anda.

Sampai saat ini belum ada vaksin yang mampu mencegah demam berdarah. Namun, bukan berarti tidak bisa diatasi. Untuk pencegahan demam berdarah yang masih tergolong dini, dianjurkan meminum banyak cairan, lakukan istirahat dan mengkonsumsi obat parasetamol dan acetaminophen.

Apabila langkah ini diterapkan dengan benar, umumnya penderita demam berdarah akan menunjukan kondisi yang mulai membaik dalam waktu 2-5 hari.

Obat pereda nyeri seperti ibuprofen, aspirin dan naproxen sodium sebaiknya dihindari. Dikhawatirkan obat-obatan tersebut akan meningkatkan risiko pendarahan internal bagi penderita.

Berikut ini langkah-langkah yang harus Anda lakukan sebagai pencegahan demam berdarah, dimana perkembangan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Walaupun terdengar sederhana, nyatanya belum disadari sepenuhnya.

  1. Semprotkan cairan pembasmi nyamuk untuk membuat ruangan dan rumah Anda bebas dari keberadaan nyamuk.
  2. Lakukan pembersihan bak mandi secara berkala dan berikan serbuk abate untuk menghentikan pertumbuhan jentik-jentik nyamuk.
  3. Menutup atau membuang barang-barang yang tidak terpakai yang berpotensi menjadi penampungan air baik di dalam dan diluar rumah.
  4. Pasang kawat yang berfungsi sebagai filter (anti nyamuk) di setiap ventilasi rumah Anda.
  5. Pasang kelambu jika ada, khususnya jika Anda alergi dengan lotion anti nyamuk.
  6. Gunakan lotion anti nyamuk, terutama yang memiliki kandungan N-diethylmetatoluamide (DEET). Hindari penggunaan produk ini pada bayi di bawah dua tahun.
  7. Lakukan fogging untuk mensterilkan tempat tinggal dan lingkungan Anda dari nyamuk dan keberadaan jentik-jentiknya.

Komplikasi dan Bahaya Demam Berdarah

Meski hanya segelintir kasus, demam berdarah dapat menimbulkan komplikasi yang sangat serius, yaitu dengue hemorrhagic fever atau yang dikenal dengan demam berdarah dengue (DBD). Kondisi ini dapat menyebabkan korban meninggal karena pendarahan hebat.

Kedua komplikasi tersebut sangat berisiko, khususnya bagi orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang tidak mampu melawan infeksi demam berdarah yang dideritanya.

Untuk menghindari kondisi yang lebih buruk, segeralah bawa korban atau penderita ke rumah sakit. Jangan sampai kondisi Anda memburuk dan bisa mengakibatkan komplikasi demam berdarah dengue (DBD). Selain itu, lakukan juga pencegahan demam berdarah sedini mungkin, karena lebih baik mencegah daripada mengobati. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply